Dalam bisnis online di Instagram, Anda pasti memerlukan Engagement atau ketertarikan dan Followers atau pengikut. Bagaimana Anda bisa melakukan penjualan jika tidak memiliki ketertarikan dan pengikut di akun Instagram Anda? Bagaimana bisnis Anda bisa berkembang tanpa adanya penjualan produk Anda?

 

Sebagai seorang pebisnis, Anda harus memastikan bahwa akun yang Anda gunakan itu memiliki ketertarikan untuk dibeli dan pengikut sebagai pembeli. Tapi bagaimana caranya Anda bisa mengetahui seberapa besar ketertarikan market terhadap akun Anda? Untuk mengetahui hal tersebut, Anda harus menggunakan tolak ukur yang sudah disediakan oleh pihak Instagram.

 

Beberapa hal yang bisa Anda gunakan sebagai tolak ukur untuk melihat apakah akun Anda memiliki ketertarikan atau tidak, tetapi sebelum itu. Anda harus merubah akun Anda menjadi akun bisnis untuk menggunakan fitur yang terdapat di Instagram.

 

  1. Berdasarkan Performa Konten

 

Setiap Anda melakukan posting, Anda akan melihat seberapa besar ketertarikan yang terjadi dengan postingan Anda. Baik dari segi komentar ataupun like yang terjadi terhadap postingan Anda, disitu Anda akan mengetahui seberapa besar efek dari suatu postingan Anda. Selain itu, Anda dapat mengetahui seberapa banyak akun pengikut Anda yang sering aktif menggunakan Instagram.

Anda dapat melihat semua interaksi yang terjadi dengan menggunakan tab insight,

 

Untuk menghitung berapa persentase followers yang tertarik dengan postingan Anda, Anda dapat menghitung secara manual dengan cara membagi jumlah total suka dan komentar dari keseluruhan followers yang Anda miliki. Kenapa harus dihitung, karena dari persentase tersebut Anda akan mengetahui sebenarnya dari sekian banyak followers yang Anda miliki, ada berapa persen yang aktif dan tertarik dengan produk Anda. Cara menghitungnya adalah

 

Ketertarikan = (suka + komentar ) / jumlah pengikut (jangkauan)

 

Dengan ini Anda bisa mengukur berapa banyak yang akan terjangkau atau tertarik oleh postingan produk Anda, jadi Anda bisa memperbaiki postingan jika menurut Anda postingan Anda kurang menarik bagi follower Anda

 

  1. Mengoptimalkan Hastag

Saat Anda memposting produk Anda, pasti Anda akan menulis caption beserta hastag yang berkaitan dengan produk yang Anda miliki. Jika Anda bertanya apa hastag berpengaruh? Jawabannya adalah ya, karena pengguna Instagram sekarang terkadang mencari sebuah produk menggunakan hastag. Jadi buatlah hastag yang relevan untuk produk yang Anda posting, supaya produk Anda dapat dijangkau.

 

Untuk melihat sejauh mana hastag Anda berfungsi baik atau tidak, Anda dapat melihat di Insight postingan produk Anda.

Kemudian Anda dapat scroll keatas jika Anda sudah masuk ke bagian insight, disitu Anda akan melihat dua kategori dalam insight tersebut : Interaksi dan Penemuan (Discovery)

Sekarang coba fokus kepada metrik Discovery, dari angka – angka tesebut Anda akan mengetahui berapa banyak pengguna Instagram yang melihat postingan produk Anda dan bagaimana cara mereka menemukan postingan produk Anda.

Sebelum lebih lanjut, saya coba bahas apa perbedaan dari jangkaun dan tayangan. Karena hal ini berbeda, walau mungkin definisinya sama – sama terlihat oleh followers atau pengguna lain Instagram.

  • Tayangan adalah jumlah berapa banyak postingan Anda dilihat oleh pengguna Instagram lain, walaupun hanya terlewat saat mereka scroll feed Instagram mereka. Selain itu tayangan juga dihitung dari berapa banyaknya pengguna yang klik profil akun Anda atau melihat konten postingan secara langsung melalui Dirrect Message yang dikirim oleh teman atau kerabatnya.
  • Jangkauan juga sama seperti tayangan, sama – sama menjangkau pengguna Instagram lain. Yang membedakan adalah pihak Instagram mempersempit maksud dari perhitungan tayangan tersebut. Misalnya jika ada pengguna yang klik profil Anda berkali – kali, maka hitungannya tetap satu kali dari hasil jangkauan Anda.

Nah dari situ Anda dapat membedakan apa yang dimaksud dengan tayangan dan jangkauan, sama – sama terlihat oleh pengguna lain. Hanya saja jangkauan lebih spesifik perhitungannya, jadi disitu Anda lebih mengetahui sebenarnya berapa banyak yang sedang penasaran dengan akun atau produk Anda.

Lanjut ke bahasn selanjutnya, dibawah tayangan Anda akan melihat total jumlah tampilan yang dibagi – bagi berdasarkan bagaimana pengguna lain menemukan postingan produk Anda. Disitu akan terlihat jumlah jangakauan dari hastag yang Anda gunakan, Anda dapat merubah atau memperbaiki hastag yang Anda gunakan jika menurut Anda jangkauan yang didapat masih kurang baik.

Jadi masih berfikir bahwa hastag tidak berpengaruh terhadap postingan produk Anda?

 

 

3. Berdasarkan Cerita (Story) Instagram Anda pernah menggunakan cerita Instagram

untuk memperkenalkan produk Anda? Jika belum, cobalah. Karena dari cerita ini Anda dapat mengetahui berapa pengguna yang perduli dengan produk yang Anda miliki. Selain itu cerita Instagram memiliki banyak fitur didalamnya, seperti sticker untuk bertanya atau jajak pendapat yang berfungsi mengetahui berapa banyak followers yang terlibat atau tertarik dengan produk Anda, Anda dapat menanyakan apa yang mereka butuhkan dari produk Anda. Untuk melihat seberapa banyak yang tertarik dengan produk Anda bukan dilihat dari berapa banyak yang melihat cerita Anda, tetapi seberapa banyak yang klik next story atau cerita selanjutnya selain cerita Anda. Pasti Anda pernah melihat cerita Instagram kemudian Anda klik next atau selanjutnya untuk melihat cerita setelahnya bukan? Nah secepat apa mereka klik next story dari cerita yang Anda posting dan berapa banyak yang melakukan itu terhadap cerita Instagram Anda. Untuk mengetahui hal tersebut, Anda masuk ke cerita Anda kemudian anda bisa scroll keatas untuk melihat hasil interaksi di cerita Anda

Dari sekian banyak interaksi. Ada saja yang mengabaikan cerita dengan klik next story, semakin banyak yang melakukan hal tersebut. Berarti secara tidak langsung banyak yang tidak tertarik dengan cerita Anda, mungkin dari situ Anda bisa mencoba memperbaiki cerita Anda supaya membuat pengguna tertarik dengan cerita Anda.

Anda dapat bereksperimen dengan berbagain jenis konten, tidak harus melulu postingan produk. Anda dapat post yang mungkin berkaitan dengan produk Anda, atau cerita yang membuat mereka penasaran dengan produk Anda. Berikut contoh yang bisa Anda lakukan sebagai eksperimen untuk cerita Anda.

 

  1. Cek Berapa Banyak Pengguna Baru yang Dijangkau

 

Hal ini bisa Anda lakukan dengan cara Anda menggunakan Advertise atau iklan, bisa berupa iklan Instagram langsung atau Anda menggunakan jasa Selebgram atau Influencer untuk mempromosikan produk Anda. Karena Selebgram bisa berpengaruh atas ketertarikan terhadap akun dan produk Anda, dan Anda harus menggunakan jasa Selebgram yang memiliki followers sesuai dengan market produk Anda. Jangan sampai Anda menggunakan jasa Selebgram yang tidak memiliki pangsa pasar produk Anda, karena iklan yang Anda jalankan akan percuma

Jangan lupa untuk menggunakan hastag yang relevan dengan akun Anda, supaya Anda dapat dibantu juga untuk meningkatkan ketertarikan kepada akun Anda dengan postingan Selebgram tersebut.

 

  1. Gunakan IGTV

Sudah mencoba fitur baru ini? ya, baru – baru ini Instagram mengeluarkan fitur terbarunya yaitu IGTV. Dimana Anda dapat membagikan cerita Anda dalam jangka waktu yang lama, sama halnya seperti Live di Instagram. Tapi bedanya siaran langsung hanya dapat disimpan 24jam, sedangkan IGTV bisa Anda simpan di highlight selama Anda mau.

Anda dapat melihat berapa banyak pengguna yang menyaksikan IGTV yang Anda lakukan dengan cara seperti ini

Contoh diatas Anda dapat melihat bahwa 31% pengguna menyaksikan video yang ditayangan, tapi bukan berarti pengguna tersebut melihat video secara keseluruhan. Bisa saja pengguna mempercepat tontonan untuk melihat kesimpulan dari video tersebut apa, dan ini terbilang normal. Karena ini semua tergantung dari pengguna tersebut, ingin melihat video di bagian mana yang mereka sukai

Ada banyak faktor yang terjadi kenapa para pengguna melewati video yang Anda upload, yaitu mereka tidak tertarik, merektidak banyak waktu untuk melihat video Anda dan tidak memilih untuk menonton video Anda sampai selesai atau sebenarnya mereka sudah mendapatkan informasi yang mereka butuhkan pada awal video. Dalam hal ini jangan Anda merasa kecewa kepada pengguna yang melakukan hal ini, Anda dapat merubah cara Anda untuk melakukan IGTV dikemudian hari.

Anda dapat melakukan beberapa trik supaya pengguna tertarik dengan IGTV yang Anda buat, mungkin Anda dapat mengedit video tersebut sebelum Anda upload. Atau Anda dapat membuat pemberitahuan sebelumnya supaya menonton video sampai selesai karena ada bagian – bagian penting yang terjadi di dalamnya. Anda juga dapat melakukan eksperimen dari durasi video Anda, untuk menentukan biasanya pengguna Instagram menonton video berapa lama.

 

  1. Berikan Link Ekternal

Anda pernah melihat akun yang menggunakan “Swipe Up” untuk menuju link tertentu? Ya, mereka menggunakan hal tersebut untuk membuat Anda menuju ke website atau kontak mereka supaya Anda menghubungi mereka. Tapi sayangnya fitur itu hanya bisa digunakan oleh akun yang memiliki lebih dari 10ribu folowers, jika akun Anda belum memiliki followers sebanyak itu. Anda dapat mengakalinya dengan menuliskan link di bio Anda, letakkan link eksternal untuk membuat followers atau pengguna lain menuju website atau kontak Anda.

 

Kelebihan dari “Swipe Up” di cerita Instagram memang bisa lebih tepat menjangkau market yang Anda butuhkan, karena biasanya mereka yang tertarik dengan produk Anda akan melakukan tindakan tersebut untuk mengetahui produk Anda lebih lengkap. Atau Anda dapat menggunakan hastag atau location untuk memberikan penjelasan tentang produk Anda.

Dari link yang diberikan, Anda dapat melihat bagaiman interaksi yang terjadi dengan postingan link eksternal Anda di cerita Instagram Anda.

Bukan hanya itu saja, fungsi “swipe up” inipun bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan engagement pada postingan feed Instagram Anda yang baru di upload. Sehingga foto atau video yang baru saja Anda upload pada feed Instagram Anda bisa lebih banyak menjangkau followers.

baca juga : Tips Optimasi Fitur Instagram Stories Utk Meningkatkan Penjualan

Jadi sampai saat ini Anda masih bingung bagaimana melihat dan mengetahui ketertaikan yang terjadi dalam postingan yang Anda buat baik dari post feed atau cerita Instagram bahkan IGTV. Dari penjelasan tersebut Anda dapat mencari tau bagaimana postingan yang baik dan akan mendapatan engagement besar.

 

Setelah membaca ini, jangan lupa di praktekkan ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.