Bukan rahasia umum lagi bahwa pengguna aktif di Instagram semakin berkembang.

Apalagi bagi Anda yang memang menggunakan Instagram sebagai salah satu alternatif atau tempat dimana Anda memasarkan produk Anda.

Pasti Anda akan merasakan efek dari pengguna yang semakin berkembang.

Dan sampai saat ini, Instagram masih menjadi salah satu primadona sebagai media sosial yang memberi dampak baik bagi para pebisnis online untuk menjual atau memasarkan produknya.

Menurut data, pada Desember 2018 lalu.

Lebih dari 13% manusia di bumi menggunakan platform ini untuk menjadikan salah satu media sosial yang mereka miliki, hal ini juga berdampak baik untuk pihak Instagram.

Kenapa?

Karena dengan data tersebut, membuktikan bahwa pihak Instagram memiliki sumber pendapatan iklan yang besar.

Diperkirakan pada tahun 2019, pihak Instagram memiliki penghasilan dari iklan hampir mencapai $11 Miliar atau sekiar 158 Triliun rupiah.

Banyak analisis berpendapat bahwa Instagram adalah mesin uang terbaru di belakang Facebook, pertumbuhannya bisa menjadi sebuah perusahaan seperti Facebook.

Bicara soal iklan, pastinya Anda yang menggunakan Instagram marketing sebagai alat untuk memasarkan produk akan menginginkan dampak yang baik juga dalam perkembangan Instagram yang pesat ini bukan?

Ada beberapa tips yang mungkin berguna untuk meningkatkan engagement atau keterlibatan jika anda melakukan campaign Instagram.

Baik itu berbayar (iklan) atau organic (pengguna yang datang dengan sendirinya). Yuk mari dibahas :

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, saat ini bisa dibilang adalah masa dimana Instagram menjadi primadona bagi marketer online untuk memasarkan produknya.

Kenapa?

Karena pengguna aktif jejaring media sosial ini tidak sedikit, hampir 50% dari 1 miliar pengguna yang aktif di setiap bulannya.

Menurut Forrester, yang sudah melakukan analis untuk jejaring media sosial Instagram, engagement atau keterlibatan diukur dari suka dan komentar yang memiliki grafik lebih dari media sosial lainnya dengan tingkat 4,21%.

10 kali lebih tinggi dari pada Facebook, 54 kali lebih tinggi dari Pinterest dan 84 kali lebih tinggi daari Twitter.

Jadi sangat masuk akal jika Instagram menjadi pilihan utama dari sebagian marketer online untuk memasarkan produknya.

Tapi terlepas dari grafik analisa diatas, ada sebuah tantangan yang muncul.

Tantangan itu lebih mengarah ke berkurangnya potensi pemasaran di Instagram karena berkurang juga tingkat engagement atau keterlibatan para penggunanya.

Salah satu yang mempengaruhi adalah saat pihak Instagram memperkenalkan algoritma barunya.

Hal tersebut sangat mempengaruhi iklan untuk mendapatkan followers secara organik yang di jalankan oleh para marketer.

Bahkan ada konspirasi seputar “ShadowBanning”.

Banyak marketer yang bertanya-tanya apakah pendapatan yang membuat Instagram berada di titik kejayaannya adalah tentang algoritma di belakangnya?

Terlepas dari itu semua, beberapa marketer yang memang proaktif selalu mencari cara bagaimana meningkatkan engagement di Instagram walau ada kemunduran di posisi engagement itu.

Nah dari itu semua, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para internet marketer untuk memasarkan produknya di Intagram.

Sehingga iklan yang di jalankan baik itu mencari pengguna dengan cara berbayar atau secara organik tepat sasaran, dan bagaimana caranya untuk menjaga taktik pemasaran itu tetap berfungsi sampai nanti.

Inilah beberapa tips apa saja yang bisa Anda lakukan untuk memasarkan produk Anda di Instagram:

1. Berceritalah, Jangan Memberitahu

Pebisnis banyak yang menggunakan Instagram sebagai alat untuk memasarkan produk mereka, mungkin salah satunya adalah Anda.

Tapi kebanyakan ini Instagram dipenuhi oleh iklan yang terbilang biasa saja, mereka biasanya yang melakukan hal tersebut melupakan konsep dari Instagram.

Instagram adalah salah satu media sosial yang menitik beratkan kepada visualisasi.

Jadi jika Anda beriklan dengan Instagram tetapi lebih memikirkan kalimat yang memberitahu apa produk Anda tanpa memikirkan kualitas gambar atau video.

Hal itu sama saja seperti Anda menjual rumah tetapi yang Anda kenalkan adalah tetangga sekitar, bukan value dari rumah yang Anda jual.

Jadi sebisa mungkin pikat para audience atau pengguna menggunakan gambar dan video, bukan hanya sekedar memberitahu apa sebenarnya tujuan Anda beriklan.

Untuk meningkatkan engagement atau keterlibatan dengan cerita, Anda bisa menawarkan sedikit cerita kecil.

Tujuannya bukan hard selling, tetapi pendekatan secara soft selling.

Anda dapat membagikan sedikit cerita tentang produk Anda dan apa value dari produk yang Anda tawarkan melalui teks (caption), video , cerita atau bahkan profil Instagram Anda.

Sebagai bahan pertimbangan Anda dapat melihat cerita yang di upload oleh beberapa brand besar seperi Red Bull, Lego, Airbnb dan Nike.

Seperti contoh:

2. Buat Pencitraan Untuk Brand Anda

Dalam sebuah bisnis, apapun itu sebuah kreativitas, kejelasan dan konsistensi adalah sebuah kunci untuk membangun dan mengembangkan bisnis.

Terlebih lagi di Instagram, jika Anda tidak kreatif, konsisten dan jelas.

Maka para pengguna atau target market Anda tidak akan menyadari bahwa ada sebuah akun tentang merek Anda di Instagram, yang berakibat penjualan kurang.

Pendekatan yang tidak memiliki kejelasan kepada pengguna lain tidak akan berhasil.

Apalagi jika Anda melakukannya dengan pikiran “yang penting iklanin dahulu saja”.

Coba mulai sekarang anda fokus untuk memperkenalkan atau membuat brand Anda melekat di ingatan pengguna lain.

Bagaimana caranya?

Coba Anda fokus pada inti dari Instagram, seperti profil, style atau cara Anda membuat feed yang terlihat menarik.

Gunakan hastag atau tagar yang sesuai dengan apa yang Anda jual.

Selain itu Anda juga harus berinteraksi secara langsung dengan pengikut Anda untuk membangun keterlibatan dan loyalitas kepada akun Anda.

Dengan konsep yang baik dan tersusun, dari proses bahkan yang mereka lihat.

Maka secara tidak langsung Anda ingin membuat bagaimana brand Anda dikenal di ingatan mereka.

Yang terpenting adalah Anda harus konsisten untuk membuat target market Anda tertarik dengan akun bahkan produk Anda.

3. Seberapa Sering Anda Posting

Sebuah akun bisnis harus aktif supaya menambah ketertarikan pengikut yang akan mengakibatkan sebuah engagement pengguna organik dari pengikut Anda.

Tetapi yang sering jadi pertanyaan adalah seberapa sering sih Anda harus aktif untuk memposting sesuatu di akun Anda? Bukan begitu?

Menurut sebuah penelitian yang sudah diuji berkali-kali, titik terbaik untuk memposting adalah 1-2 posting sehari.

Tetapi harus konsisten dan dengan jadwal waktu yang memiliki traffik tinggi.

Lalu kapan waktu terbaiknya?

Waktu terbaiknya adalah dimana kebanyakan pengguna sedang aktif dalam waktu yang hamppir bersamaan.

Karena algoritma Instagram saat ini adalah salah satu tantangan yang harus dihadapi.

Waktu yang disarankan untuk memposting sangat bervariasi.

Itu tergantung lokasi dimana Anda tinggal dan tergantung jam senggang para pengguna di sekitar Anda.

Ada beberapa pilihan yang mungkin bisa Anda coba untuk menentukan waktu terbaik untuk akun bisnis Anda memposting sesuatu atau produk.

Pertama, jam 8 – 9 pagi atau 2 siang – 5 sore.

Kedua, dari jam 7 malam sampai jam 9 malam.

Dikisaran ini Anda harus mencari tau follower Instagram tertarget yang ingin Anda tuju dan sering aktif pada kisaran jam berapa.

Jika Anda sudah menemukannya, Anda harus benar-benar konsisten untuk memposting.

Karena jika Anda tidak konsisten, yang akan terjadi adalah target market yang Anda bidik sudah melewati masa dimana mereka sedang luang dan bisa berselancar di Instagram dengan santai.

Alat analisis asli Instagram, yang menunjukkan waktu dan hari apa pengikut Anda paling aktif.

Jika Anda sudah merubah akun Anda menjadi akun bisnis, maka Anda dapat melihat pada jam berapa biasanya para pengikut Anda aktif.

Anda dapat menemukannya di Wawasan atau Insight, ini sangat membantu Anda.

Selain Anda dapat mengukur waktu dimana para pengikut Anda aktif, Anda juga dapat memastikan bahwa postingan Anda terus muncul di bagian atas feed mereka.

4. Hastag Yang Relevan

Apakah Anda percaya bahwa hastag berpengaruh terhadap postingan Anda?

Jika Anda tidak percaya, sekarang Anda buka Instagram Anda dan Anda klik search atau pencarian.

Saat Anda klik sesuatu maka akan ada beberapa pilihan pencarian, yaitu History pencarian, akun, hastag bahkan lokasi, bukan begitu?

Jadi tidak menutup kemungkinan para pengguna yang menjadi target market Anda mencari suatu produk melalui hastag yang Anda pilih.

Jadi sebisa mungkin buatlah hastag yang relevan atau berkaitan dengan produk Anda.

Bahkan kalau perlu Anda dapat menggunakan hastag yang sedang viral, tapi resikonya adalah akan banyak persaingan yang Anda hadapi.

Memilih hastag yang terbaik untuk postingan adalah suatu hal yang sangat berguna.

Karena akan mempengaruhi ketertarikan dari pengikut bahkan target market Anda.

Karena hastag akan membuat postingan Anda memiliki 2 pilihan, ada di posisi teratas atau menghilang tanpa jejak kebawah feed.

Selain hastag yang relevan, jumlah hastag yang Anda gunakan juga sangat berpengaruh.

Instagram mempersilahkan Anda untuk menuliskan hastag sebanyak 30 hastag, jika lebih maka otomatis caption yang Anda buat tidak akan tampil.

Walau memungkinkan hingga 30 hastag, alangkah baiknya Anda tidak memenuhi caption Anda dengan 30 hastag.

Karena terlihat tidak memiliki target khusus dan terlihat tidak profesional, apalagi jika hastag yang digunakan tidak relevan.

Anda sudah cek atau lihat beberapa akun brand terkenal?

91% dari mereka hanya menggunakan 7 hastag atau kurang untuk mendapatkan like atau suka.

Untuk membantu atau sebagai acuan berapa banyak hastag yang harusnya Anda gunakan untuk postingan Anda, Anda dapat melihat dari pesaing Anda.

Lihat berapa banyak hastag, dan apa saja hastagnya.

Coba lah bereksperimen dengan hastag yang mereka gunakan, banyaknya hastag yang akan Anda gunakan sampai Anda menemukan dimana titik terbaik untuk hastag Anda.

5. Video Instagram

Video Instagram sudah semakin menjamur di belakangan ini, kini kebanyakan para pengguna lebih memilih mengekspresikan semuanya melalui video.

Dan untuk melakukan iklan, Anda juga bisa menggunakan video.

Pihak Instagram sendiri menawarkan beberapa rangkaian opsi video yang bisa Anda jadikan alat bantu untuk memasarkan produk Anda.

Mulai dari cerita Instagram yang dapat disatukan videonya dan masih menjadi 1 set iklan sampai video yang berdurasi selama 60 detik.

Pastikan Anda sudah mengetahui apa kekuatan dari masing–masing format video yang di sediakan oleh pihak Instagram.

Misal saja Anda memilih untuk menggunakan video langsung atau cerita.

Anda dapat menjelaskan sedikit tentang produk Anda dari restock, kualitas bahkan info produk terlaris.

Baca juga: 9 Cara Lesatkan Omset Dengan Video

6. Mencoba Format GIF

Sebuah penelitian yang dilakukan, kebanyakan pengguna lebih banyak menonton video yang memilki durasi singkat.

Sekitar 15 detik atau kurang.

Sepertinya Anda juga harus mempelajari bagaimana membuat GIF untuk diposting ke Instagram untuk memperkenalkan produk dan brand Anda.

Sepertinya pihak Instagram pun mengambil cara kerja GIF dan membuat aplikasi tersendiri di dalamnya, Boomerang contohnya.

Cara kerjanya tidak jauh berbeda dengan GIF, yaitu gambar bergerak yang berulang.

Beberapa dari marketer menggunakan ini dan mendapatkan hasil yang terbilang luar biasa, dibanding harus mengambil video, mengedit dan posting.

7. Gunakan Teks Video

Video semakin mendominasi dibanding dengan gambar.

Tetapi masalahnya adalah audio di video itu sendiri menjadi hal yang di hindari para pengguna.

Kebanyakan pengguna lebih memilih melihat video tanpa mengaktifkan audio di video.

Itu mengapa teks video itu bisa menjadi hal yang penting.

Teks video pun bisa menjadi alternatif mengirimkan pesan dari video yang telah dibuat.

Kebanyakan marketer lebih memilih video dengan teks dibanding harus membuat video dengan audio.

Penelitian Facebook menunjukkan bahwa video teks meningkatkan waktu tayangan video rata–rata sebesar 12%.

Tingkat keefektivitas pengiriman pesan juga meningkat secara besar-besaran.

Tingkat keberhasilan pesan video dengan teks yang sampai kepada pengguna adalah sekitar 82% dibandingkan dengan pesan yang menggunakan suara aktif dan tanpa teks hanya sekitar 12%.

8. Gunakan Iklan Dengan Video

Apa Anda pernah melihat iklan Instagram dengan video?

Baik di feed atau cerita Instagram?

Karena pada dasarnya semua pengguna adalah target market, Anda target mereka dan sebaliknya.

Sekitar 75% pengguna Instagram mengatakan bahwa mereka mengambil tindakan seperti kunjungi situs, mencari atau bahkan memberitahu kepada teman setelah terpengaruh oleh sebuah postingan.

Baik itu postingan iklan atau saat mendapat rekomendasi eksplore.

Iklan foto di Instagram tetap menjadi salah satu pendukung para pebisnis online untuk mengiklankan produknya, tetapi format video lebih bisa meningkatkan ketertarikan untuk para target market yang Anda pilih.

Instagram sendiri menawarkan 3 pilihan format video untuk Anda menjalankan iklan di Instagram, yaitu :

  • Video tunggal yang bisa dibuat selama iklan hingga 60 detik.
  • Carousels yang memungkinkan pengguna Instagram melihat lebih banyak pilihan yang dapat berpindah atau bergeser untuk melihat gambar atau video lainnya.
  • Cerita Instagram yang menampilkan format dengan layar penuh dimana gambar dan video dapat digabungkan menjadi satu untuk membuat iklan yang menangkap secara visual

Baca juga: Tips Membuat Instagram Story Untuk Meningkatkan Penjualan Bisnis

9. Tambahkan Link Ke IG Story

Link story Instagram sangat berpengaruh terhadap konversi penjualan di produk Anda.

Karena dari cerita yang Anda upload dan membuat mereka tertarik.

Maka mereka akan “swipe” cerita yang Anda buat untuk menuju link yang Anda masukkan.

Entah itu link menuju website atau kontak untuk menghubungi Anda.

Tetapi untuk menggunakan link di cerita, Anda harus memiliki akun yang sudah terverikasi atau minimal Anda harus memiliki 10.000 pengikut di akun Anda.

Untuk menambahkan link atau tautan di cerita, Anda harus mengunggah atau post foto atau video ke akun Instagram Anda.

Nanti di bagian atas layar akan terdapat gambar link untuk menambahkan link di postingan Anda.

Kemudian ketik tautan dan lakukan pratinjau untuk memeriksa semua baik-baik saja sebelum melakukan posting ke umum untuk disebarkan kemudian tekan “selesai”.

10. Jangan Mengunci Akun

Hampir lebih dari 300 juta pengguna menggunakan cerita Instagram setiap harinya.

Hal tersebut terbilang biasa.

Karena hampir sepertiga dari jumlah tersebut itu para pebisnis yang melakukan postingan untuk mendapatkan interaksi dari pengikut atau pengguna lain.

Kenapa harus tidak mengunci akun?

Saat akun bisnis Anda dikunci, maka tidak semua pengguna Instagram dapat melihat cerita yang Anda buat.

Itu adalah hal yang terbilang sia-sia.

Karena Anda tidak dapat memasarkan produk Anda secara maksimal.

Bukan hanya cerita, tetapi juga eksplore.

Beberapa dari pengguna mencari produk yang mereka inginkan dari kolom search dan akan masuk ke bagian eksplore.

Jika akun Anda terkunci maka kesempatan ini akan hilang.

Sebanyak apapun interaksi Anda dengan pengikut Anda, maka postingan Anda tidak akan masuk ke dalam kolom pencarian jika akun Anda terkunci.

Cerita Instagram dapat tersimpan selama 24 jam, jadi selama waktu itu kesempatan cerita Anda dilihat oleh pengguna lain semakin besar.

Jadi Anda bisa mendapatkan pengikut baru secara organik dengan cara tersebut.

Karena target market Anda bukan hanya pengikut lama.

Tetapi juga pengikut baru.

Pengikut akan secara otomatis melihat cerita yang Anda buat.

Bahkan jika Anda melakukan siaran langsung maka otomatis pengikut Anda akan mendapat pemberitahuan bahwa Anda sedang melakukan siaran langsung.

Cerita langsung atau Live bisa menjadi rekomendasi terbaik untuk memperkenalkan produk atau stock Anda.

Jadi secara tidak langsung tindakan yang Anda lakukan akan menambah kepercayaan dari pengikut Anda.

Untuk cerita langsung yang Anda buat pun bisa Anda jadikan cerita biasa yang bisa bertahan selama 24 jam.

Jadi Anda memudahkan pengikut Anda yang tidak sempat melihat siaran langsung Anda untuk memutar ulang cerita yang Anda buat.

11. Menggunakan Link Instagram Untuk Menuju Link Website

Link di Instagram yang dimaksud adalah link yang Anda letakkan di profil akun Anda.

Dengan tujuan pengguna Instagram yang klik link tersebut akan dialihkan ke website atau kontak dimana mereka bisa menghubungi Anda secara langsung.

Coba Anda maksimalkan untuk tautan ini dengan ditambahkan iming-iming penawaran dan promosi khusus supaya pengikut atau pengguna lain yang mengunjungi akun Anda.

Dan dapat mengklik tautan yang Anda buat di profil akun Anda, tautan itu tergantung Anda ingin membuat link yang menuju website atau menuju kontak untuk menghubungi Anda langsung.

Nah, itulah beberapa tips untuk meningkatkan engagement di Instagram Anda.

Eitss! Tapi tidak selesai sampai sini saja, masih ada lanjutannya loh.

So, sampai jumpa di artikel selanjutnya ya!

PRE-ORDER BUKU TEKNIK CLOSNG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.