Mungkin terlihat sederhana, namun Anda perlu melakukan pelayanan secara maksimal mungkin.

Kenapa?

Agar pembeli Anda semakin mempercayai Anda.

Eitss, jangan asal melayani saja, sebelum itu Anda perlu mengetahui tipe-tipe pembeli yang nantinya akan membeli produk Anda.

Anda harus siap menghadapi setiap tipe yang ada.

Nah, inilah 4 tipe pembeli yang penting buat Anda tahu.

  • Tipe Asik
  • Tipe Biasa
  • Tipe Cerewet/Demanding
  • Tipe Ngga Jelas

Nah, kalau Anda sudah mengetahui tipe-tipe setiap pembeli, baru Anda bisa melakukan pelayanan secara maksimal.

Bagaimanakah langkah-langkah melayani pembeli?

Teknik ini sangat penting Anda pahami, jika cara ini Anda lakukan, bahkan bila leads Anda sedikit sekalipun. Anda tetap bisa closing minimal 50-80% dari total leads yang masuk.

Inilah step-step melayani pembeli:       

  1. Lakukan 5S: salam, sapa, senyum, sopan, santun
  2. Tunggu mereka bertanya, pahami arah pembicaraannya
  3. Tanyakan produk yang ingin di pesan
  4. Lakukan pengecekan stok produk
  5. Tanyakan permintaan khusus jika ada
  6. Lakukan dulu permintaan mereka
  7. Jika harga, stok dan desain sudah ada kata sepakat. Mintalah izin untuk mendapatkan data baru kemudian rekap order mereka
  8. Ingatkan pembeli sebanyak 3-4 kali, sampai Anda mendapat kepastian dari mereka jadi membeli atau tidak

Selain melayani pembeli, Anda harus bisa handling complain pembeli Anda.

Hal ini bisa terjadi jika pelayanan maupun kualitas produk Anda ternyata tidak sesuai yang diharapkan pembeli.

Meng-handling complain itu susah-susah gampang loh.

Anda perlu tahu cara meng-handling secara tepat dan apa yang harus Anda hindari agar tidak terjadi kesalahan yang sama.

Nah, inilah 5 langkah meng-handling complain yang tepat:

1. Minta Maaf

Hal yang semua orang tidak bisa lakukan adalah mengakui kesalahan dan meminta maaf, hal ini sangatlah penting.

Yang bertransaksi dengan pembeli adalah Anda, maka Anda harus meminta maaf kepada siapapun yang telah melakukan kesalahan.

2. Menunjukan Empati

Saat pembeli kesal yang mereka butuhkan adalah perhatian Anda, saat pembeli datang kepada Anda untuk mengeluhkan produk atau pelayanan Anda.

Tunjukkan bahwa Anda mengerti perasaan mereka.

Minta maaflah dan dengarkan keluhan mereka sambil memahami apa masalahnya.

3. Berikan Solusi

Berikan solusi terbaik pada pembeli Anda, dengarkan dengan sabar dan sampaikan dengan baik apa yang bisa menjadi solusi dari masalah yang sedang mereka hadapi.

4. Sabar

Pembeli yang kecewa pasti dalam kondisi yang emosi, kunci dalam menghadapi pembeli yang marah adalah tetap bersikap tenang, berusaha mendengarkan apa yang menjadi keluhan pembeli.

Sampaikan solusi Anda dengan hati-hati dan tunjukkan pada mereka bahwa Anda memang peduli.

5. Memahami Konsep Complain Is A Gift

Jika pembeli Anda kecewa dan masih mau memberitahukan pada Anda, itu adalah bentuk keperdulian mereka terhadap Anda.

Pembeli yang kecewa namun tidak mau menginformasikan kekecewaan mereka terhadap Anda maka mereka akan menceritakan hal buruk tentang Anda dan hal tersebut membuat reputasi Anda turun.

Agar kesalahan tidak terulang kembali ada beberapa hal yang perlu Anda hindari, diantaranya:

1. Menyalahkan Orang Lain

Siapapun yang salah, pembeli tidak mau tahu.

Bertanggung jawablah terhadap masalah Anda, jika Anda menyalahkan orang lain pembeli  akan semakin kecewa.

2. Bersikap Defensif

Anda merasa tidak salah kemudian malah bersikap membela diri bukan sesuatu yang bijak, tidak ada salahnya mengalah untuk menenangkan hati pembeli.

3. Bersikap Offensif

Tahan kemarahan Anda sekesal apapun Anda kepada pembeli Anda.

Jangan malah bersikap menyerang balik pembeli, terutama di era digital ini sangat mudah kekecewaan pembeli di viralkan melalui sosial media.

Nah, itulah beberapa tips-tips melayani dan menangani komplain pembeli.

Anda pasti banyak menemui pembeli  php alias pemberi harapan palsu.

Tapi Anda jangan terburu-buru memberi label pada pembeli Anda, setiap leads yang masuk adalah mereka yang tertarik.

Jika mereka sudah berkata akan membeli, follow up buyer Anda dengan benar dan sabar.

Hindari sikap negatif seperti baper atau ngambek pada pembeli. 

Mereka punya hak untuk memutuskan akan membeli atau tidak.

Semoga bermanfaat, dan jangan lupa share artikel ini ke sosial media yang Anda punya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.